PechaKucha Night Jakarta Vol. 31, Sajikan Inspirasi Membuat Konten Kreatif

22282089_10154782889596951_5637765281883483735_n

Sumber gambar: PechaKucha Jakarta

Derasnya perkembangan dunia digital dan semakin bebasnya orang dalam mengakses media sosial seakan menuntut para pencipta konten digital untuk semakin kreatif dalam menyajikan karya-karyanya.

Penggunaan internet yang kini sudah tidak berbatas usia bahkan menjadikan para pencipta konten digital menjadi sosok idola baru bagi anak-anak Indonesia. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti menjadi pencipta konten digital adalah profesi yang dicita-citakan oleh anak-anak Indonesia.

Seperti yang terjadi pada peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2017 yang lalu di Pekanbaru, Riau. Saat Presiden Joko Widodo bertanya tentang cita-cita pada seorang anak usia sekolah dasar, dengan polosnya sang anak menjawab “Jadi YouTuber, Pak.” YouTuber adalah sebutan untuk mereka yang membuat dan mengunggah konten video di media sosial YouTube.

Memang telah banyak YouTuber Indonesia yang mendulang sukses secara materi dan popularitas. Sebut saja YouTuber bernama Bayu Skak. Saat ini Bayu Skak memiliki lebih dari 1 juta pelanggan dan diperkirakan memiliki penghasilan US$ 2,000 atau sekitar Rp26 juta per bulan. Mungkin kesuksesan dan popularitas ini lah yang membuat banyak anak bercita-cita menjadi YouTuber, seperti anak yang ditanya Presiden Joko Widodo tersebut.

Berkembangnya dunia digital dan semakin banyaknya pencipta konten digital menjadi inspirasi dari tema PechaKucha Night Jakarta Vol. 31 “Like This: The Rise of Content Creator” yang diadakan pada Selasa, 17 Oktober 2017 di EV Hive D.Lab, Jl. Riau No. 1, Jakarta.

Tujuh pembicara hadir untuk memberikan inspirasi. Para pembicara yang merupakan pembuat konten kreatif ini ditantang untuk menyampaikan ide mereka dalam sebuah format khas PechaKucha, yaitu menyampaikan materi presentasi dalam 20 slide yang setiap slidenya hanya berdurasi 20 detik.

Ketujuh pembicara tersebut adalah Kalulla Harsynta, musisi dan pencipta konten gaya hidup; Andi Martin, seorang kreator yang mendirikan Kratoon, sebuah channel animasi dari animator Indonesia; Muhammad Taufiq atau yang lebih dikenal dengan panggilan EMTE, ilustrator dan seniman; Ghina Fianny, Indonesia Manager LINE Webtoon; Andira Pramanta, seorang creative director dan desainer buku; Adimas Bayu (Masdimboy), seniman komik strip; dan Dimas Djayadiningrat, sutradara dari film Tusuk Jelangkung dan beberapa iklan komersial.

DMWA3i0VoAA9zrf

Para pembicara PechaKucha Night Jakarta Vol. 31, foto milik PechaKucha Jakarta 

“Dulu blogging adalah media alternatif untuk mengkonsumsi konten digital selain portal berita. Kini orang tidak hanya mengkonsumsi blog dan portal berita, tapi juga klip video, komik, atau ilustrasi yang beredar di internet.” Ujar Wicaksono, advisor Maverick, pemegang lisensi PechaKucha Night Jakarta. “Kondisi ini membuka pasar baru bagi para pekerja kreatif atau mereka yang sekedar hobi untuk berkarya” lanjutnya.

PechaKucha (dibaca peh-chak-cha) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menggambarkan suara percakapan di dalam sebuah ruangan yang penuh orang. PechaKucha adalah ajang berbagi ide dan pertama kali diadakan di Tokyo pada tahun 2003. PechaKucha Night kini sudah diselenggarakan di 700 kota di seluruh dunia dan Jakarta adalah kota ke-177. (Budakkulon)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s