Ring of Fire Adventure: Belajar Toleransi dari Timur Indonesia

Reportase untuk Blogger Reporter Indonesia (BRID) 

IMG_20160723_104014

Bincang Sapa Kompas TV bersama Ring of Fire Adventure

Banyak cara untuk mengenal Indonesia. Banyak cara pula untuk mengenalkan Indonesia. Salah satunya adalah dengan menjelajahi eksotisme bumi nusantara menggunakan sepeda motor, seperti yang dilakukan oleh sebuah tim yang anggota utamanya adalah seorang ayah dan anak-anaknya, bernama Ring of Fire Adventure (RoFA).

Melalui suatu ekspedisi bertajuk Return to The East, sang ayah, Youk Tanzil, yang juga merupakan founder serta executive producer RoFA berusaha mengenalkan keberagaman kawasan timur Indonesia kepada anak-anaknya. Ekspedisi dengan menggunakan sepeda motor yang mereka lakukan menjanjikan suatu pengalaman dan petualangan baru. Melalui ekspedisi ini Youk ingin memperlihatkan kepada anak-anaknya akan keajaiban, keindahan, serta realitas yang ada pada beragam tempat dan suku di kawasan timur Indonesia.

“Indonesia begitu besar, begitu beragam, begitu kaya dengan berbagai peninggalan pra sejarah.” Ujar Youk Tanzil dalam talkshow Bincang Sapa di Kompas TV pada Sabtu (23/7) yang lalu. “Hati kecil saya selalu berkata, the more I travel, the more I see. The more I see, the more I learn. The more I learn, the less I know” lanjutnya mengungkapkan alasan dia melakukan perjalanan penuh petualangan di Indonesia.

Ekspedisi Return to The East yang tim RoFA lakukan dimulai dari Bali dan melintasi berbagai tempat menarik di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, lalu kembali lagi ke Bali. Persiapan yang mereka lakukan untuk ekspedisi ini berlangsung selama lima bulan sebelum keberangkatan, meliputi persiapan teknis alat komunikasi, alat transportasi, mental tim, stamina dan pelatihan kemahiran berkendara.

Pelatihan-pelatihan selama masa persiapan dilakukan di tiga tempat berbeda, yaitu Gunung Batur di Bali untuk pelatihan off road jalanan berkerikil, berpasir, hingga aspal. Baluran di Jawa Timur untuk latihan ketahanan fisik terhadap cuaca terik dan kawasan Gunung Bromo untuk latihan dalam udara dingin.

Diva, putri Youk Tanzil, yang turut serta dalam ekspedisi ini mengatakan bahwa tantangan terbesar saat melakukan ekspedisi Return to The East bukanlah pada saat ekspedisi dilakukan, melainkan pada saat menerima ajakan ayahnya untuk melakukan perjalanan. “Meninggalkan zona nyaman adalah tantangan yang paling berat untuk melakukan perjalanan ini. Awalnya memang susah, tapi ternyata saya bisa.” Ujar remaja yang memulai petualangan bersama sang ayah di usia 23 tahun tersebut. Saat ditanya tempat yang paling berkesan selama perjalanan, Diva mengaku bahwa dalam perjalanan ini dia sangat terkesan dengan suasana di Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur. “Saya terkesan dengan Wae Rebo. Saya melihat keindahan alam, kesederhanaan, kebaikan dan kearifan kehidupan dari penduduk lokal disana”.

Lain lagi dengan Andini, wanita yang berhenti dari jabatannya di sebuah perusahaan asuransi ternama dan memutuskan untuk mengikuti ekspedisi bersama tim RoFA menemukan pelajaran yang sangat berarti dalam perjalanan Return to The East. “Perjalanan Ring of Fire Adventure: Return to The East membuat saya sadar bahwa kebahagiaan itu tidak selalu diukur dengan materi. Perjalanan mengajarkan saya banyak hal, terutama tentang kebahagiaan. Saya menemukan kebahagiaan dalam perjalanan ini.” Pungkas Andini.

Selain karena keindahan alam dan keberagaman suku bangsa, kawasan timur Indonesia juga dipilih sebagai lokasi ekspedisi karena toleransi disana yang masih terjaga. Kondisi Indonesia saat ini yang mana banyak kalangan saling menghujat hanya karena perbedaan, menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi seluruh anggota tim RoFA. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk kembali melakukan perjalanan ke kawasan timur Indonesia yang penuh suasana damai dan toleransi. Tim RoFA berharap, perjalanan kembali ke kawasan timur Indonesia dapat memberikan lebih banyak lagi pembelajaran dan makna tentang toleransi dalam perbedaan.

“RoFA saat ini bukan sekedar program televisi, lebih dari itu, RoFA adalah sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat mencintai tanah air dan menjunjung toleransi dalam perbedaan. Kami pilih Indonesia timur karena toleransi disana masih sangat terjaga. Kami belajar disana.” Ungkap Youk Tanzil.

Kisah ekspedisi tim RoFA dalam menjelajahi kawasan timur Indonesia ini dapat kita saksikan dalam program Ring of Fire Adventure: Return to The East yang tayang di Kompas TV setiap hari Sabtu pukul 21.00 WIB.

Sumber video: Kompas TV

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s