Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

DSCF4023

Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SKDI) tahun 2012 menyebutkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih relatif tinggi, yaitu 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Demikian pula dengan Angka Kematian Bayi (AKB), yang berdasarkan data dari SKDI terjadi 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu yang relatif masih tinggi tersebut terlihat cukup jauh dari target pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) yang menargetkan mampu menurunkan AKI menjadi 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2015.

Angka Kematian Ibu dan Bayi merupakan salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara. Tinggi rendahnya AKI dan AKB disuatu negara mencerminkan kemampuan, kapasitas, dan kualitas pelayanan kesehatan di negara tersebut. AKI dan AKB juga kerap menjadi tolok ukur kualitas pendidikan dan pengetahuan masyarakat, kualitas kesehatan lingkungan, sosial budaya serta kemudahan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan.

Fakta ini hendaknya menjadi perhatian bagi pemerintah, untuk bersama swasta dan masyarakat, berupaya keras menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi dengan melakukan berbagai aksi nyata. Salah satunya adalah dengan peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan terhadap Ibu dan Bayi serta peningkatan pelayanan Keluarga Berencana dan kesehatan reproduksi. Upaya peningkatan kesehatan Ibu dan Bayi juga dapat dilakukan dengan perluasan pelayanan kesehatan berkualitas yang komprehensif hingga ke pelosok daerah, peningkatan komunikasi, dan penyebarluasan informasi serta edukasi kepada masyarakat.

Berlatar belakang keprihatinan akan kondisi kondisi tersebut, dan dalam rangka Peringatan Hari Ibu tanggal 22 Desember mendatang, Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) bersama dengan Klikdokter.com dan didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlingdungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia, serta Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) dan PRENAGEN mengadakan kegiatan Fun Walk dengan tema Ibu Sehat, Indonesia Sehat yang diikuti oleh 2.000 lebih peserta pada Minggu (6/12), dimulai dari Gedung KOWANI, Jl. Imam Bonjol No. 58, Jakarta Pusat, berlanjut ke Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di Gedung KOWANI kembali.

Dalam sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, mengatakan momentum peringatan Hari Ibu hendaknya dijadikan cambuk pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia akan masih tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi. “Peringatan Hari Ibu bukan saja merupakan momentum untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan kemajuan perempuan secara umum. Peringatan Hari Ibu juga harus menjadi cambuk pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia agar terus memperjuangkan upaya menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta menekan angka perkawinan di usia dini, sesuai amanat kaum Ibu pendiri bangsa pada Kongres Perempuan Indonesia”, ungkap Menteri PP dan PA.

Selain itu, Menteri Yohana juga mengajak semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat, organisasi perempuan, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan dunia usaha untuk bersinergi mendukung upaya pencegahan pernikahan pada anak-anak dan remaja. Pernikahan pada anak dan remaja tidak hanya melanggar hak anak sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, tetapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan Ibu serta kelangsungan hidup bayi yang kelak dikandung dan dilahirkan. Hal ini jelas akan berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Sementara itu, Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat yang diadakan merupakan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi. “Kita ingin mengajak masyarakat untuk mengingkatkan kesadaran agar tahu, mau dan mampu berperan serta peduli akan pentingnya keselamatan ibu hamil dan melahirkan dengan membangun budaya yang proaktif sehingga kondusif untuk ibu dan anak Indonesia”, tutur Giwo “Warna ungu yang digunakan sebagai tema kegiatan pada hari ini adalah bentuk keprihatinan atas masih tingginya angka kematian ibu”, lanjutnya.

Selain Fun walk, kegiatan yang didukung penuh oleh PRENAGEN dan Klikdokter.com tersebut juga dimeriahkan oleh belly dance, hiburan musik, pemeriksaan kesehatan, bazaar dan pengundian door prize dengan puluhan hadiah menarik yang disediakan. (Budakkulon)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s