Terima Kasih Bu Farida

IMG-20150205-WA0022Andai hari tak berbatas malam, andai saja kedai kopi yang terletak disisi danau tidak harus memadamkan lampu-lampunya, tentu tawa canda kita malam itu belum akan berakhir. Malam bahagia berhias aneka cerita kita lalui dengan gembira, mendengar celoteh dari sesama tentang segala drama yang menjadi kisah kehidupan pekerjaan kita. Malam itu kita berkisah tentang suka maupun duka pekerjaan yang telah kita lalui, dan kita terbahak karenanya.

Malam itu kita berkumpul untuk ibu, untuk 14 tahun perjalanan ibu membimbing kami anak-anak ibu. Mencurahkan kasih sayang, membagi perhatian, membesarkan hati kami agar tetap semangat bekerja dalam sepi. Namun kami terlalu cerewet, malam itu seharusnya kami mendengarkan, bukan mengisahkan. Maafkan kami ibu, inilah kami anak-anak ibu. Bersyukur karena ibu adalah ibu yang sabar, malam itu ibu seperti hari-hari sebelumnya, ibu yang tabah, ibu yang penyayang.

2008 adalah tahun saya mulai mengenal ibu, namun tahun 2010-lah saya mengenal ibu sebagai ibu. Tahun dimana saya telah dipercaya organisasi tempat saya bekerja untuk mengikuti aneka pertemuan yang diadakan oleh unit tempat ibu berkarya.

Kehidupan dilalui sebagai pemenuhan takdir ilahi, melahirkan banyak cerita yang menjadi jejak manis untuk dikisahkan dikemudian hari. Telah banyak panglima yang datang dan pergi, mulai dari seorang ahli ekonomi, doktor lulusan luar negeri, hingga seorang praktisi. Namun hanya ibu yang kami mengerti. Tak henti membimbing kami hadapi hari.

Dari ibu saya banyak belajar, saya belajar tentang kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi batu karang. Dari ibu saya belajar cara bersikap pada masalah, dan dari ibu saya banyak belajar cara untuk menumbuhkan rasa cinta dari orang-orang sekitar.

IMG-20150206-WA0003Dari semua hal baik yang saya pelajari, saya sangat terpesona saat ibu harus berada dalam masa yang saya sebut “masa kegelapan” institusi tempat kita bekerja. Masa kegelapan karena semuanya memang gelap, tidak jelas arah dan tujuan, tidak jelas siapa lawan siapa kawan. Gelap. Saat itulah, dari orang-orang dekat ibu saya mendengar banyak cerita manis tentang ibu, cerita bagaimana ibu bersikap dan cerita bagaimana ibu membesarkan hati mereka.

Terima kasih Bu Farida untuk semua kasih yang tercurah, untuk semua jejak manis yang tertinggal. Kami sayang ibu, kami akan selalu merindukan ibu.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s